Apakan IPAL Komunal itu?

IPAL merupakan alat yang disusun secara terstruktur yang memiliki tugas penting untuk mengelolah berbagai limbah biologis maupun limbah kimia, agar nantinya air limbah yang dibuang tidak akan membahayakan lingkungan di sekitarnya. Sementara fungsi dari IPAL secara umum adalah:

  1. Mengelola air limbah yang berasal dari sektor pertanian, seperti membuang kotoran binatang ternak, bahan-bahan yang berasal dari obat hama dan serangga serta semua limbah yang dihasilkan oleh lingkungan pertanian.
  2. Mengelola air limbah yang berasal dari perkotaan, baik limbah yang dihasilkan manusia maupun limbah dari rumah tangga.
  3. Mengelola berbagai air limbah industri, seperti limbah dari pabrik bahan kimia, pabrik tinta, pabrik tekstil, pertambangan, dan lain sebagainya.

Lalu apakah pengertian dari IPAL Komunal itu?

Sebagaimana dikutip dari IpalBioRich.com. IPAL Komunal adalah sistem pengelolaan air limbah yang sengaja dibangun dan digunakan oleh warga secara bersama-sama. IPAL jenis ini biasanya ditempatkan jauh dari lokasi pemukiman warga. Namun ada juga yang lokasinya terletak di sekitar rumah-rumah penduduk. Sementara untuk komponennya, instalasi pengolahan air limbah komunal tersusun dari 3 unsur utama, yakni:

  1. Bak pengolahan limbah
  2. Bak untuk mengontrol serta lubang untuk perawatan air limbah
  3. Saluran yang disambungkan ke rumah-rumah warga

Keberadaan dari instalasi pengolahaan air limbah memang mempunyai peran krusial. Sebab selama manusia hidup dan melakukan berbagai macam kegiatan, mereka pasti akan memproduksi limbah, baik yang berupa limbah padat maupun limbah cair seperti air sisa cucian, air buangan yang berasal dari dapur ataupun kamar mandi. Air limbah yang dihasilkan oleh manusia tentu saja tidak bisa langsung dibuang ke lingkungan.

Meski nampaknya limbah-limbah tersebut bisa meresap begitu saja ke dalam tanah atau dialirkan langsung ke sungai, namun nyatanya air limbah yang dihasilkan oleh rumah tangga juga bisa menyebabkan kerusakkan besar bagi lingkungan di sekitarnya, seperti tercermarnya sumber air minum, flora dan fauna yang memiliki habitat hidup di air juga terkontaminasi, rusaknya tanah dan air permukaan, serta tak ketinggalan air limbah juga bisa menimbulkan polusi udara karen baunya yang tidak sedap.